Sejarah dan Perkembangan SPP - SUPMN Tegal
Pada jaman penjajahan Belanda, sekolah negeri yang khusus jurusan perikanan belum ada. Baru pada jaman Jepang diadakan latihan-latihan Pemuda antara lain : latihan Pemuda Pertanian, Latihan Pemuda Perikanan, Latihan Pemuda perikanan atau disebut juga “GYOMIN BOOZYOO” dilaksanakan di Tegal dan Batang, yang diutamakan bagi pemuda-pemuda yang bermukim di daerah pantai di seluruh pulau Jawa. Lama latihan adalah 3 (tiga) bulan dengan materi latihan meliputi dasar-dasar pelayaran dan perikanan. Bagi mereka yang telah selesai mengikuti latihan dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh, demikian seterusnya.
Setelah Indonesia merdeka, di Pekalongan didirikan Sekolah Jawatan Perikanan yang merupakan embrio daripada Sekolah Perikanan Laut (SPL). Akan tetapi sekolah ini hanya berlangsung selama 1 tahun karena masuknya Belanda ke Daerah Pekalonga. Namun demikian usaha mendirikan sekolah perikanan tetap dilanjutkan dan dipindahkan ke daerah Rembang dengan pembangunan gedung Sekretariat pada Gedung Sosial.
Pada masa clash kedua, pendidikan ini pun bubar lagi, guru-guru serta murid-muridnya ikut bergabung dalam kemiliteran di Tegal.
Sesudah tahun 1950, beberapa eks murid yang ingin melanjutkan pendidikan kemudian mengusulkan kepada Kementerian Kemakmuran Pusat Jawatan Perikanan untuk memproses berdirinya Sekolah Khusus Perikanan.
Hasil dari usulan tersebut antara lain :
- Kebijaksanaan pendidikan perikanan yang semula di Rembang di pindahkan ke Tegal.
- Nama istilah Sekolah Jawatan Perikanan dirobah menjadi Sekolah Perikanan Laut (SPL).
- Lama pendidikan 4 (empat ) tahun meliputi :
- Teori………………….= 3 tahun
- Praktek………………= 1 tahun
Siswa-siswa SPL dikirim dari Jawatan Perikanan Propinsi dari seluruh Indonesia, dan setelah lulus dikembalikan ke daerahnya masing-masing. Tetapi ada pula yang ditempat kan pada Jawatan Perikanan Pusat.
Bertitik tolak dari SPL ini kemudian timbul gagasan untuk mengadakan pendidikan Perikanan yang lebih tinggi sebagai lanjutan dari SPL, sehingga pada akhir tahun 1962 didirikan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Tegal, ini masih bersifat umum belum ada penjurusannya. Pada waktu yang bersamaan nama SPL dirubah menjadi Sekolah Perikanan Pertama (SUPP).
Pada waktu itu pemerintah sudah mempunyai tujuan bahwa perikanan akan berkembang ke arah motorisasi kapal penangkapan ikan. Dengan motorisasi ini, diperlukan anak buah kapal (ABK) yang memiliki kwalifikasi yang lebih tinggi misalnya suatu keharusan memiliki kecakapan untuk membawa kapal dan menjalankan mesin.
Sebelumnya anak buah kapal perikanan didatangkan dari luar pendidikan perikanan, antara lain Sekolah Pelayaran dan Sekolah Tehnik, tetapi karena pada umumnya mereka tidak mem-punyai keahlian perikanan, maka perlu diberikan pembekalan perikanan sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada.
Sampai dengan tahun 1966 sasaran bagi lulusan SUPM masih bersifat umum belum ada penjurusan, baru pada tahun 1967 pendidikan mulai diarahkan untuk menghasilkan tenaga-tenaga penangkapan ikan.
Pelaksanaan pendidikan dan latihan penangkapan ikan dengan mempergunakan kapal latih type CB, GB, dan SUPM. Sesuai dengan perkembanan usaha dan luas daerah penangkapan, maka diuji cobakan kapal latih yang lebih besar seperti type Larosati, Bajo dan Bima.
Dengan masuknya Modal Asing dan banyak perusahaan perikanan yang mengelola Perairan Nusantara dengan kapal penangkapan yang berukuran besar, mulai saat ini SUPM mendapat tugas untuk menghasilkan tenaga yang terampil yang mampu menangani kapal perikanan tersebut seperti ABK. Untuk itu SUPM dalam usaha memenuhi tugas tersebut, pendidikannya membuka 2 (dua) jurusan yaitu “Jurusan Deck” dan “ Jurusan Mesin”. Penyelenggaraan pendidikan dan latihan didukung fasilitas yang lengkap.
Proses pengembangan jurusan ini mendapat perhatian pemerintah sehingga tahun 1971 mendapat bantuan proyek. Proyek tersebut bernama Fischeries Developmentand Training Project atau Project INS/71/526 yang merupakan kerjasama Departemen Pertanian dengan UNDP/FAO di Tegal. Disamping SUPM, proyek INS/71/526 juga menunjang kegiatan pendidikan dan latihan di perikanan di Belawan, Air Tembaga, Ambon, Singaraja, Sorong dan AUP (Jakarta).
Project INS/71/526 mempunyai tugas sebagai berikut :
- Meningkatkan akademi Usaha Perikanan di Jakarta.
- Meningkatkan Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Tegal.
- Mendirikan Training Centre Perikanan.
Sebelum proyek berakhir, Direktorat Jenderal Perikanan mengusulkan agar Project diperpanjang selama 5 (lima) tahun dengan tujuan menyempurnakan Training Centre Perikanan di Tegal, Menado, Ambon, Belawan dan Singaraja.
Dalam pertumbuhannnya sampai dewasa ini mengalami dua periode :
- Periode tahun 1973 – 1975 dengan nama Marine Frisheries Training Project atau PROJECT INS/72/063.
- Periode tahun 1975 - 1978 yang merupakan perpanjangan dari Project INS/72/063
Untuk meningkatkan kwalitas lulusan SUPM dalam meningkatkan kariernya sebagai ABK kapal perikanan dan sekaligus menunjang program pemerintah dalam upaya menggantikan ABK asing, kegiatan praktek laut didukung dengan sarana kapan-kapal latih untuk berbagai jenis alat tangkap, navigasi maupun olah gerak serta telah dilakukan kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan Direktorat Jenderal Perikanan untuk membekali lulusan SUPM diberikan Sertifikat Kepelautan yaitu:
- Sertifikat Mualim Perikanan Laut (MPL) II bagi lulusan SUPM Jurusan Deck.
- Sertifikat Ahli Mesin Kapal Perikanan Laut (AMPKL) II bagi lulusan SUPM Jurusan Mesin.
Dengan adanya pembenahan dan pengaturan tugas dan fungsi yang ada di Departemen Pertanian maka Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) tidak lagi dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Perikanan tetapi dialihkan ke Badan Pendidikan, Latihan dan Penyuluhan Pertanian (BPLPP) pada tahun 1975 sesuai dengan SK. Mentan Nomor 190/Kpts/Org/5/75.
Selanjutnya dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 151/Kpts/Org/3/1979 tanggal 5 Maret 1979 SUPM dimasukan dalam jajaran Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP). Atas dasar SK tersebut nama Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) menjadi SPP- SUPM Negeri Tegal.
Menurut SK Mentan Nomor 532/Kpts/OT/8/1988 tanggal 4 Agustus 1988 tentang susunan organisasi dan tata kerja sekolah pertanian pembangunan maka SUPM dirubah menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP). Semua kurikulum dan silabus disesuaikan dengan SK tersebut.





Sejarah



